Film yang dibintangi dan ditulis oleh Raditya Dika dengan Judul Menculik Miyabi, yang dibintangi oleh Maria Ozawa aka Miyabi sang aktris porno dan suka mesum itu sepertinya tidak gampang. Film komedi garapan Maxima Picture ini akan menuai banyak kontroversi, "Menculik Miyabi" dari kediamannya untuk dibawa ke Indonesia sepertinya gak segampang yang dibayangkan oleh Raffa yang terobsesi dengan Maria Ozawa (skenario film Menculik Miyabi).
Kedatangan Maria Ozawa aka Miyabi ke Indonesia mendapat pro dan kontra, seperti yang diungkapkan oleh Menkominfo Muhammad Nuh bahwa kedatangan Miyabi ke Indonesia sangat didukung asalkan memnuhi beberapa syarat.
Begitu juga dengan aktris dangdut Julia Perz yang mendukung dan menyambut hangat keterlibatan Miyabi dalam film "Menculik Miyabi" walaupun statusnya (Maria Ozawa) sebagai aktris porno.
Tetapi di Indonesia bukan hanya orang orang diatas, itu hanya sebagian yang pro, bagaimana dengan yang kontra khususnya dari kalangan "petinggi agama" atau kalangan lain yang anti pornografi, apakah hal ini akan dibiarkan begitu saja. Seperti Ustad Yusuf Mansyur yang menjadi orang pertama yang mencekal kedatangan Miyabi, yang menganggap hal tersebut dapat merusak mental bangsa.
Jadi cukup jelas bahwa Maria Ozawa yang akan datang ke Indonesia membintangi film Menculik Miyabi, tidak segampang men download film film porno Maria Ozawa, atau segampang yang diskenario film tersebut.
Mampukah Raditya Adit dan pihak Maxima Picture mengatasi hal ini, dan bagaimana pendapat kalangan lain selain beberapa pendapat diatas? yuk, kita wait... aja
.
Kedatangan Maria Ozawa aka Miyabi ke Indonesia mendapat pro dan kontra, seperti yang diungkapkan oleh Menkominfo Muhammad Nuh bahwa kedatangan Miyabi ke Indonesia sangat didukung asalkan memnuhi beberapa syarat.
Kalau dia di Indonesia tidak melakukan kegiatan-kegiatan porno, secara legal tidak bisa dilarang, ungkap Menkominfo Muhammad Nuh.
Begitu juga dengan aktris dangdut Julia Perz yang mendukung dan menyambut hangat keterlibatan Miyabi dalam film "Menculik Miyabi" walaupun statusnya (Maria Ozawa) sebagai aktris porno.
Menurut Jupe kedatangan Miyabi tidak akan mencoreng nama bangsa Indonesia. Bahkan Jupe berharap dengan keterlibatan Miyabi di film di Indonesia bisa merubah imagenya.
Jupe mengaku belum mendengar rencana kedatangan bintang video porno tersebut. Namun menurut Jupe jika Miyabi tak lagi bermain film porno itu akan bagus baginya.
Malah bagus buat ganti imej dia. Ya pokoknya saya nggak masalah kalau dia mau main film di sini.
Tetapi di Indonesia bukan hanya orang orang diatas, itu hanya sebagian yang pro, bagaimana dengan yang kontra khususnya dari kalangan "petinggi agama" atau kalangan lain yang anti pornografi, apakah hal ini akan dibiarkan begitu saja. Seperti Ustad Yusuf Mansyur yang menjadi orang pertama yang mencekal kedatangan Miyabi, yang menganggap hal tersebut dapat merusak mental bangsa.
"Kalau saya mendingan cekal Miyabi," tegas Ustadz Yusuf Mansyur, saat dietemui di Pesantren Al Hafidz Daarul Quran miliknya, di kawasan Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis (17/9).
Yusuf Mansyur begitu terlihat berang. Apa yang dilakukan Miyabi sangat jelas merusak mental. "Kalo saya jadi kepala negara, saya undang Miyabi ke Cikeas dan saya ceramahin suruh taubat. Jangan-jangan memang malah mau merusak bangsa ini," terangnya.
Jadi cukup jelas bahwa Maria Ozawa yang akan datang ke Indonesia membintangi film Menculik Miyabi, tidak segampang men download film film porno Maria Ozawa, atau segampang yang diskenario film tersebut.
Mampukah Raditya Adit dan pihak Maxima Picture mengatasi hal ini, dan bagaimana pendapat kalangan lain selain beberapa pendapat diatas? yuk, kita wait... aja